1.
Pengertian Psikologi Pendidikan
a. Psikologi
Kata
psikologi berasal dari bahasa inggris psychology yang dalam istilah lama
disebut ilmu jiwa. Kata pyche yang berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Jadi,
psikologi berarti ilmu jiwa.
Psikologi
pada mulanya digunakan para ilmuan dan para filosof sebagaimana disebutkan oleh
Reber untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam memahami akal pikiran dan tingkah
laku aneka ragam makhluk hidup mulai yang primitif sampai yang paling modern.
Namun ternyata tidak cocok, lantaran menurut para ilmuan dan filosof, psikologi
memiliki batas-batas tertentu yang berada diluar kaidah keilmuan dan etika
falsafi.
Sebelum
menjadi disiplin ilmu yang mandiri pada tahun 1879 M, psikologi memiliki
akar-akar yang kuat dalam ilmu kedokteran dan filsafat yang hingga kini
(sekarang) masih tampak pengaruhnya. Dalam ilmu kedokteran, psikologi berperan
menjelaskan apa-apa yang terpikir dan terasa oleh organ-organ biologis
(jasmaniah). Sedangkan dalam filsafat, psikologi berperan serta dalam memecahkan
masalah-masalah rumit yang berkaitan dengan akal, kehendak, dan pengetahuan.
Karena kontak dengan berbagai disiplin itulah, maka timbul bermacam-macam
defenisi psikologi yang satu sama lain berbeda, seperti:
1. Psikologi adalah ilmu mengenai kehidupan mental (the science of mental life)
2. Psikologi adalah ilmu mengenai pikiran (the science of mind)
1. Psikologi adalah ilmu mengenai kehidupan mental (the science of mental life)
2. Psikologi adalah ilmu mengenai pikiran (the science of mind)
b.
Pendidikan
Istilah pendidikan berasal dari kata
“didik”, dengan memberinya awalan “pe” dan akhiran “kan” mengandung arti
“perbuatan” (hal, cara dan sebagainya). Istilah pendidikan ini awalnya berasal
dari bahasa Yuanani, yaitu “paedagogie”, yang berarti bimbingan yang diberikan
kepada anak. Istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan
“education” yang berarti pengembangan atau bimbingan.
c. Psikologi
Pendidikan
Ada banyak defenisi yang diutarakan
para ahli terkait psikologi pendidikan, diantara salah seorang ahli yang
menganggap psikologi pendidikan sebagai subdisiplin psikologi terapan adalah
Arthur S. Reber (1988, seorang guru besar psikologi pada Brooklyn College,
University of New York City). Dalam pandangannya, psikologi pendidikan adalah
sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah
kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut: (1) Penerapan
prinsipprinsip belajar dalam kelas, (2) Pengembangan dan pembaharuan kurikulum,
(3) Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan, (4) Sosialisasi proses-proses dan
interaksi proses-proses.
Menurut Pemahaman Penulis, Psikologi
pendidikan berarti bimbingan yang diberikan kepada anak melalui kedakatan jiwa
dan rasa untuk dapat merubah presfektif negatif anak mengenai pendidikan
sekaligus meningkatkan rasa kecintaan kepada pendidikan.
(Lahey 2012)
(Lahey 2012)